loader image
Kika2
Visi Misi Omocha Toys
Untitled506_20251230195829
Visi Misi Omocha Toys
Salah satu pertanyaan yang cukup sering kami terima adalah: “Apa visi dan misi Omocha Toys?” Pertanyaan yang terdengar sederhana, tapi jujur saja… dulu kami sempat bingung harus menjawab apa.
We go where our vision is.
— Joseph Murphy

Terus terang, sebelum pertanyaan itu sering diajukan, kami tidak pernah benar-benar memikirkan visi dan misi secara formal. Bukan karena kami tidak peduli, tapi karena sejak awal kami sibuk melakukan satu hal yang sangat membumi:
berdagang dan bekerja.

Kami Ini Pedagang

Kami ini pedagang. Sama seperti pedagang-pedagang lain yang bisa Anda temui di pasar Tanah Abang, Jatinegara, atau pasar mana pun di sekitar Anda.
Coba bayangkan Anda bertanya ke mereka:

“Uni, punya visi dan misi nggak?”
“Pak Haji, usaha bapak visinya apa?”
“Koh, di toko ini ada visi misinya?”

Kami ragu, apakah mereka akan mampu segera menjawab pertanyaan begitu. Tapi jika pertanyaan adalah tentang barang dagangan, penulis rasa mereka akan sangat piawai menjawab.

Tanya : "Uni ada mukena gelombang cinta?"
Jawab : "Ada, mau berapa?"
Atau, kalau mukena gelombang cinta sedang kosong
"Wah, mukena gelombang cinta belum datang, mukena yang ini saja bu, gelombang laut, lagi tren."

Tanya : "Koh, apa ada mata gergaji no 3?"
Jawab : "Ada, mau berapa?"
Kalaupun barang di tokonya sedang kosong, karena mereka punya jaringan sesama pedagang di pasar. Koh tersebut akan bilang, sebentar ya telpon gudang dulu. Padahal sih, telepon pedagang lainnya. Dst.

Jawabannya pasti cepat, sigap, dan penuh solusi.
Kalau barangnya kosong, mereka bahkan bisa menawarkan alternatif, atau menghubungi jaringan pedagang lain.

Itulah pedagang. Lincah, praktis, dan fokus pada kebutuhan nyata.

Barang Harus Muter

Dalam dunia kami, ada satu istilah sederhana tapi penting: barang harus muter.
Artinya barang harus laku, berputar, hidup.

Boleh saja punya visi dan misi yang indah, tapi kalau barang tidak muter, usaha juga akan tersendat. Secara kasar bisa dibilang memangnya visi dan misi bisa dijual?
Namun, karena pertanyaan ini terus datang, tentu tidak mungkin kami terus menjawab, “tidak tahu”.
Maka kami mulai belajar. Pelan-pelan.

Memahami Arti Visi dan Misi

Untuk bisa menjawab tentang Visi dan Misi ini, kelihatannya kami harus belajar juga tentang Visi dan Misi Usaha.

Kami mulai dari arti kata Visi. Apa yang dimaksud dengan Visi?
Pada Kamus Besar Bahasa Indonesia [1], Edisi ke tiga, halaman 1262, Visi adalah kata benda, dan mempunyai arti sbb:
1. kemampuan untuk melihat pd inti persoalan;
2. pandangan atau wawasan ke depan: seluruh rakyat mempunyai -- yg sama mengenai perjuangan bangsa;
3. kemampuan untuk merasakan sesuatu yg tidak tampak melalui kehalusan jiwa dan ketajaman penglihatan;
4. apa yg tampak dl khayalan;
5. penglihatan; pengamatan

Dari sekian banyak arti Visi, arti yang pas untuk artikel ini mungkin adalah Pandangan atau Wawasan ke Depan.

Penulis juga coba search di internet tentang arti Visi dan Misi. Penulis bertemu dengan sebuah blog yang menarik, yaitu Mirabiela’s Weblog[2].
Di blog tersebut, ada tentang Visi dan Misi, Penulis kutip dari blog tersebut:

Visi : Pandangan kedepan yang akan menjadi sasaran ataupun tujuan akhir dari suatu kegiatan
Misi : Suatu aktivitas yang mengarah kepada suatu tujuan dari aktivitas tersebut
Didalam kesehariannya kata MISI sering disatukan dengan kata VISI dan hal ini seolah olah telah menjadi suatu acuan umum bagi setiap kegiatan yang akan dilaksanakan dan sepertinya dua kata ini sudah saling dijodohkan satu sama lain, sehingga apabila hanya terdapat satu kata saja akan terasa tidak pas.

Sebenarnya hal ini terlalu diada-adakan karena tidak selalu setiap pekerjaan mengandung suatu VISI ataupun mengandung suatu MISI dan tidak selalu setiap kegiatan harus dibuat VISI ataupun MISI nya karena setiap apapun yang kita lakukan seringkali secara otomatis sudah mengandung kedua unsur tadi tanpa harus ditulis secara khusus.

Dan beberapa informasi lainnya dari internet.

Jadi bagaimana? Sebetulnya dari referensi di atas sudah jelas bahwa:
1. Setiap kegiatan tidak harus dibuat Visi dan Misi secara Eksplisit
2. Sebuah kegiatan sudah mengandung unsur Visi dan Misi secara Implisit
3. Visi bukan sekedar rangkaian kata omong-kosong

Jadi apakah Omochatoys harus punya Visi dan Misi? Apakah bu Yuni harus meluangkan waktu untuk memikirkan Visi dan Misi dan memaparkannya.

Bukankah jika Omochatoys bisa produksi dan jualan, pekerjaan karyawan terjaga, distributor bisa berjualan dan konsumen senang, bukankah hal tersebut sudah baik. Hal-hal ini menjadi pekerjaan prioritas Omochatoys dan sudah mengandung unsur Visi dan Misi secara implisit. Sudah jelas, bahwa tujuan awal dari usaha ini adalah agar bu Yuni punya pekerjaan dan penghasilan. Omochatoys juga sudah memberdayakan pemuda-pemudi di sekitar workshop, bukankah hal ini merupakan suatu misi? Oleh karena itu, Omochatoys tidak perlu buang-buang waktu untuk memikirkan paparan Visi dan Misi secara eksplisit.
Tapi tunggu dulu, dari beberapa referensi lain [4][5], tertulis bahwa pemimpin harus mempunyai Visi. Membaca artikel-artikel tersebut, wah benar juga. Jika organisasi tidak tidak punya Visi mau jadi apa, arah usaha bisa tidak jelas. Setidaknya jika suatu usaha punya Visi dan Misi maka stakeholder (pemangku kepentingan), atau minimal jika ada orang yang walaupun sekedar lewat, tapi sedikit-banyak tertarik pada Omochatoys bisa mengetahui usaha ini mau dibawa ke mana.

Baiklah jadi bu Yuni tetap harus meluangkan waktu untuk memikirkan Visi dan Misi. Apa ya…?

Antara Mimpi dan Kenyataan

Kembali lagi ke awal nih. Karena memang selama ini, Visi dan Misi tidak pernah dipikirkan.

Bu Yuni pernah punya impian, yaitu ingin punya pabrik mainan yang besar. Pabrik besar yang bisa memenuhi pasar domestik, regional, dan internasional. Bisakah impian ini dijadikan Visi?
Misalnya, Visi Omochatoys: Menjadi produsen mainan edukatif yang mensuplai mainan edukatif bermutu ke pasar lokal, regional dan internasional.

Wah wah wah … namanya juga mimpi, boleh seenaknya. Tadi itu intermezo saja.

Bangun dari mimpi, kembali ke dunia nyata, saat menyusun Visi dan Misi Omochatoys, kami lihat dulu realita kondisi dan kemampuan Omochatoys saat ini.

Ada peribahasa Melayu, "Bayang -bayang sepanjang badan, selimut sepanjang tubuh".

Peribahasa ini menasehatkan agar keinginan disesuaikan dengan kemampuan.

Jika Visi mengambarkan keinginan, sesuai dengan peribahasa di atas, maka Visi tentunya juga disesuaikan kemampuan.

Menyadari betul kemampuan dan keterbatasan saat ini, tidak muluk-muluk jika Omochatoys bisa mencapai prioritas pekerjaan yang telah disebut di atas, itu sudah bagus. Oleh karena itu Visi dan Misi Omochatoys saat ini adalah :


Visi :
Menjadi produsen dan pedagang mainan edukatif yang mampu bertahan dan berkembang

Misi :
1. Mengatur jadwal produksi agar keberadaan pekerjaan bagi pekerja terjaga
2. Meningkatkan kapasitas dan penghasilan pekerja
3. Menjaga kemampuan, serta meningkatkan kapasitas produksi
4. Membantu distributor dalam penyediaan produk dan pengiriman barang
5. Memproduksi produk bermutu yang membuat konsumen senang (menjaga kepuasan pelanggan)

Pada tahun 2012, Omocha Toys genap berusia lima tahun. Baru pada titik itu, visi dan misi ini tertulis dengan jelas.

Dalam lima tahun tersebut, banyak pelajaran, banyak jatuh-bangun. Menariknya, pengunjung dan wartawan yang datang kini tidak lagi banyak bertanya soal bagaimana Omocha Toys dimulai, melainkan lebih tertarik pada produk dan pengembangannya.
Mungkin memang begitu siklusnya. Cerita awal perlahan menjadi masa lalu. Yang lebih penting adalah bagaimana bertahan dan berkembang ke depan.
Kami tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Yang kami tahu, kami akan terus bekerja, sebaik yang kami bisa.

Semoga Bu Yuni dan seluruh keluarga besar Omocha Toys bisa terus melangkah ke tahap berikutnya. Amin.

Catatan Tambahan

Pada tahun 2021, setelah mengikuti pelatihan ISO dan berdiskusi dengan konsultan, visi dan misi Omocha Toys diperbarui menjadi


Visi :
• Menjadi produsen mainan edukatif yang mampu tumbuh dan berkembang secara lokal dan regional.

Misi :
• Menghasilkan produk mainan edukatif yang berkualitas, kreatif dan inovatif
• Menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan disertai peningkatan kompetensi dan kapasitas sumber daya manusia.
• Memberi pelayanan prima dan menjaga kepuasan pelanggan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *