Jangan berfikir bahwa orang lain mengetahui apa yang kita harapkan,
tanpa kita lebih dahulu menyampaikannya.
Th. Widia S.

Ada sebuah keluarga di negara Indonesia. Kepala keluarga bernama Ajaib. Keluarga Ajaib mempunyai dua orang anak. Satu putra dan satu putri. Anak laki-lakinya bernama Aneh bin Ajaib. Anak perempuannya bernama Lucu binti Ajaib. Walaupun keluarga Ajaib berkewarganegaraan Indonesia, nama panggilan anak-anaknya bergaya Jepang. Panggilan Aneh bin Ajaib adalah Aneh Kun dan panggilan Lucu binti Ajaib adalah Lucu Chan. Kira-kira dalam bahasa Sunda masing-masing adalah Aa' Aneh dan Neng Lucu ... begitu.

Bagi sebagian pembaca mungkin ada yang merasa aneh ya..... Dan bagi sebagian pembaca yang lain, mungkin merasa lucu dengan gaya panggilan ala Jepang mereka ini. Hmmm ....ya, kita ikuti saja cara panggilan mereka, tidak usah dikomentari, karena tiap keluarga punya gaya masing-masing, dan toh ... juga tidak merugikan kita kan.

Keistimewaan Aneh Kun adalah hal-hal yang bersifat aneh, biasanya dikaitkan dengannya. Mungkin pembaca juga pernah mendengar atau malah mungkin pernah memakai istilah .... bla...bla...bla... Aneh bin Ajaib .... Nah kalimat itu keluar karena keistimewaan Aneh Kun. Sedangkan keistimewaan Lucu Chan adalah terkait dengan hal-hal yang lucu. Pembaca tidak perlu berpikir terlalu jauh, tentang asal muasal istilah Lucu binti Ajaib, karena nama tersebut hanya karangan penulis, agar tulisan ini bervariasi :)

O ya, status hirarki mereka di Indonesia adalah Rakyat. Rakyat adalah hirarki tertinggi di negeri Indonesia. Sebagai rakyat, Aneh Kun dan Lucu Chan sangat sibuk, oleh karena itu mereka punya banyak wakil-wakil. Wakil-wakil mereka ini dinamakan wakil rakyat.

Suatu waktu, penulis dapat kesempatan ngobrol dengan Aneh Kun dan Lucu Chan. Ya namanya juga ngobrol, apa yang diomongin tidak jelas, pembicaraannya melantur dari Utara ke Timur serta dari Selatan ke Barat. Jika mengikuti istilah dalam bahasa Jawa, Omonganne Ngalor-Ngidul.

Salah satu bahan obrolan adalah tentang bu Yuni dan keluarga tahun lalu (bulan Juni 2008) piknik ke kebun binatang Ragunan (ada di Jakarta). Cerita tentang Kiyo dan Yuka senang sekali melihat Jerapah, Gajah, Rusa, pertunjukan berang-berang dan lain-lain. Sekali-kali piknik perlu dilakukan.

Walaupun bu Yuni jualan mainan, dan di tokonya juga jual berbagai boneka, ibu Yuni tidak lupa beli kenangan-kenangan untuk Rizkiyo dan Ayuka (putri-putri bu Yuni). Meskipun kelihatannya sepele, hal ini penting untuk perputaran ekonomi, serta membuat produsen dan penjual boneka senang. Lebih dari itu, lebih daripada lainnya, bisa membuat Rizkiyo dan Ayuka gembira. Selain untuk mendapatkan penghasilan dan merupakan ibadah, bukankah salah satu tujuan ibu Yuni bekerja adalah untuk membuat Rizkiyo dan Ayuka gembira?
Gambar di bawah adalah foto bu Yuni bersama Kiyo dan Yuka setelah membeli boneka. Kiyo dibelikan boneka Jerapah, sedang buat Yuka adalah boneka Gajah.


Bu Yuni bersama Rizkiyo dan Ayuka

Obrolan berlanjut tentang tukang-tukang produksi Omochatoys. Masih sekitar tentang jalan-jalan. Asep salah seorang tukang ketika ditanya apakah pernah ke Ancol, dia jawab belum. Hmmm.... ingin rasanya suatu saat nanti bisa piknik bersama tukang-tukang. Bagi tukang yang sudah menikah, bisa mengajak keluarga dan anak-anaknya. Pasti seru deh. Waduh membayangkan saja sudah senang banget.

Untuk bisa mengajak jalan-jalan 20 orang karyawan dan keluarganya ke Ancol,... transportasi Bogor-Jakarta (sewa metro mini), biaya tiket masuk, konsumsi dlsb, berapa perlu dianggarkan ya ....? Mungkin perlu 2 juta, 4 juta atau 5 juta? Piknik penting untuk penyegaran, ganti suasana hati, serta merupakan salah satu media komunikasi dan wadah silaturahim yang efektif. Oleh karena itu manajemen Omochatoys perlu memikirkan hal ini. Omochatoys tidak tahu kapan akan bisa dilaksanakan piknik bersama, mungkin setahun lagi, mungkin dua tahun lagi, tapi doakan saja bisa terlaksana ya. Yang penting niatnya dulu, niat saja sudah dapat satu pahala kan :)

Omong-omong tentang piknik dan jalan-jalan, pembicaraan merembet ke wakil-wakil Aneh kun dan Lucu chan yaitu wakil rakyat. Aneh kun bilang dia merasa aneh dengan mahasiswa yang sering protes ke wakilnya. Saat wakilnya melakukan studi banding, mahasiswa bilang wakil rakyat jalan-jalan. Padahal kan sudah jelas sekali perbedaan antara jalan-jalan dan studi banding.

Jalan-jalan:
- Bu Yuni piknik ke Ragunan adalah jalan-jalan
- Jika karyawan Omochatoys piknik dengan anggaran usaha, maka itu adalah jalan-jalan
- Bu Yuni dan manajemen Omochatoys bertanggung jawab kepada pemilik modal mengenai penggunaan anggaran

Studi banding:
- Namanya juga studi banding, ada kata "STUDI"-nya, tahu kan artinya? Artinya belajar
- Anggarannya sudah dari negara. Kalau tidak salah, wakil rakyat menetapkan sendiri anggaran ini
- Mengenai penggunaan anggaran, wakil rakyat bertanggung jawab kepada siapa ya ...? Apakah kepada rakyat ....? Kepada rakyat yang diwakili oleh wakil rakyat? Karena soal ini masih kurang jelas ... jadi dilewati saja ya.

Sebagai contoh beda kegiatan jalan-jalan dan studi banding. Ambil contoh, saat bu Yuni jalan-jalan ke Ragunan dan saat wakil rakyat studi banding ke Argentina.

Saat bu Yuni piknik ke Ragunan, bu Yuni tidak perlu berpikir yang rumit-rumit, bu Yuni melihat Jerapah, Gajah, dll. Namanya piknik, bu Yuni tidak perlu bekerja.

Bandingkan dengan wakil rakyat saat studi banding ke Argentina (Mei 2008). Mereka harus rapat dengan parlemen, kemudian, rapat dengan Camara Nacional Electoral (KPU) dan jadwal-jadwal lain. Mereka harus rapat-rapat. Mereka rapat ... artinya mereka kerja, bukan? Untuk info lebih detil, search di google, dengan keyword "studi banding argentina", keluar deh tuh jadwal kesibukan mereka, serta nama-nama wakil rakyat yang telah bekerja keras. Tidak aneh, jika Aneh kun merasa bangga dengan wakil-wakilnya, sebab seperti yang pembaca bisa lihat dari hasil search engine,..... baik dari fraksi oposisi maupun fraksi pemerintah semua bersedia gandeng tangan untuk ikut berpartisipasi pada kegiatan studi banding yang mestinya melelahkan ini.

Jika keywordnya adalah "oh studi banding", keluar berita dari Persatuan Pelajar Indonesia di Belanda tentang kesibukan wakil rakyat di Eropa. Salah satu linknya adalah http://arsip.gatra.com//2005-08-02/artikel.php?id=86922 Jika keywordnya adalah "studi banding wakil rakyat" ... apa ya yang keluar. Silakan cek sendiri.

Aneh kun merasa aneh dengan mahasiswa yang tidak mengerti perbedaan jalan-jalan dengan studi banding, mereka belajar apa di Universitas? Yang lebih aneh ... bahkan ada sebuah media elektronik yang menyebut studi banding tersebut plesir. Wah bagaimana ini .... media dan mahasiswa kok sama saja.

Saat Aneh kun cerita, Penulis dan Lucu chan diam saja. Setelah Aneh kun cerita, Lucu chan bilang, "aku juga punya cerita lucu lho...tentang wakilku".

Wah asyik nih, kalau Lucu chan cerita, biasanya ceritanya lucu-lucu.
Lucu chan cerita, ada wakil rakyat yang sedang bekerja studi banding di suatu tempat, tapi saat ditelpon wartawan, dia bilang ... dia tidak sedang studi banding dan sedang berada di tempat lain. ... Lucu kan ........ Sedikit perlu waktu untuk mengerti di mana lucunya cerita Lucu chan kali ini. Penulis jawab mungkin wakil rakyat tersebut rendah hati dan tidak ingin sombong atau RIYA. Bukankah, kita harus selalu berprasangka baik?

....

Tulisan ini dibuat setelah pemilu legislatif tanggal 9 April 2009. Omochatoys senang pemilu bisa berjalan dengan lancar. Jika bisa berdagang dengan tenang, Omochatoys sudah senang. Siapapun dia, apapun partainya, Omochatoys berharap wakil-wakil Aneh kun dan Lucu chan yang terpilih kali ini, meneruskan kerja keras wakil mereka sebelum ini dan tentunya berharap (jika bisa) bekerja lebih kerja keras lagi. Anggaran parlemen tahun 2009 adalah 2,021 triliun, untuk studi banding wakil rakyat tahun 2009 ini mencapai 118,1 miliar. Link tentang studi banding.

Boleh-boleh saja studi banding ke Argentina, Perancis, Swiss, Amerika, Mesir, Libanon dlsb, tapi ini juga kalau bisa lho, tolong juga dong studi banding (ini mungkin lebih tepatnya disebut jalan-jalan) ke Bundaran Slipi. Tidak jauh kok dari Senayan. Kalau dari pintu gerbang depan gedung parlemen ... itu lho yang tinggi pagarnya sampai 4 meter ..... jaraknya kurang lebih 300 meter-an. Jangan diagendakan apalagi bawa pengawal atau wartawan :) terus duduk saja di situ. Anda akan melihat realita kehidupan sebagian anak-anak Indonesia. Tidak boleh asal gusur, dengan kewenangan yang diberikan oleh Aneh kun dan Lucu chan, tolong pikirkan lapangan pekerjaan untuk orang tua mereka. Terima kasih.