"Imagination is more important than knowledge".
Albert Einstein

Mana yang lebih dulu, Ayam atau telur?
Apakah ada pembaca yang tahu jawabannya?
...

Kalau ada yang tahu, tolong dong dimail jawabannya.
Please deh ....

Salah satu prioritas dari keseharian bisnis kami, yaitu adalah tidak terlalu banyak dipikir.
Sudah tentu, mana ayam atau telur yang lebih dahulu, juga tidak kami pikir.
Yang kami pikir, adalah bagaimana mendapatkan telur dan ayam tersebut.
Kemudian, jika sudah dapat adalah bagaimana memperlakukan ayam dan telur tersebut.
Dikembangbiakkan atau mau diselesaikan di meja makan? kan begitu ya... setuju bukan?

Tetapi boleh dong... sekali-kali kami berpikir untuk membandingkan mana yang lebih dulu antara satu hal dengan hal lainnya.
Pertanyaannya adalah: Mana yang lebih dulu, aksi atau pengetahuan? Jawabannya ada pada tulisan di bawah.

Hampir dua tahun (Januari 2009) usaha Omochatoys berputar.
Ijinkan kami untuk mencoba memformulasikan hal-hal yang terkait dengan bisnis kami.

Ibarat sebuah rumah, diperlukan pondasi dan tiang-tiang yang kuat.

Ada tiga pondasi di bisnis kami, yaitu 1) pengetahuan, 2) aksi dan 3) teknologi informasi.

Walaupun, kelihatannya ibu Yuni selalu memprioritasikan aksi, kami mendahulukan pengetahuan sebagai pondasi dasar kami. Sebelum ibu Yuni mengelar lapak, ibu Yuni sudah punya pengetahuan bahwa, "langkah awal berdagang adalah gelar lapak". Pengetahuan ini lah yang menjadi tumpuan bagi aksi-aksi selanjutnya. Untuk mendapatkan dan menambah pengetahuan, kami membaca buku tentang enterpreneur, tentang bisnis, browsing, ikut seminar dlsb.

Teknologi informasi adalah pondasi selanjutnya. Menyadari betul akan perkembangan jaman, kekuatan terhadap pemahaman teknologi informasi menjadi salah satu kunci keberhasilan suatu usaha. Oleh karena itu, teknologi informasi kami posisikan sebagai bagian dari pondasi bisnis omochatoys.

Setelah pondasi, tiang perlu didirikan. Ada empat tiang di bisnis kami, yaitu 1) Permodalan 2) Manajemen 3) Marketing dan 4) Teknis.

Tiang pertama, Permodalan: Jatuh bangun kami mendirikan tiang ini .....

Tiang kedua, Manajemen: Seiring dengan perkembangan usaha, kami masih harus mempelajari ilmu-ilmu manajemen modern.

Tiang ketiga, Marketing: Dalam usahanya membuka pasar, seperti yang telah ditulis pada artikel lain, ibu Yuni gelar lapak, keliling TK-TK kota Bogor, situs web dan membuka peluang usaha distributor. Kami juga telah membuka showroom di Mall Giant Taman Yasmin Bogor. Kami memberikan persentasi keuntungan yang aktratif/menarik (attractive) kepada distributor.

Tiang keempat, Teknis: Selain sudah mempunyai workshop sendiri, Omochatoys juga bekerja sama dengan UMKM lain di Bogor untuk memproduksi mainan edukatif. Omochatoys sudah memberdayakan pemuda-pemuda di sekitar workshop, dan meminta mereka untuk saling berbagi serta meningkatkan kemampuan teknis.

Apa kata sifat yang cocok untuk mengambarkan sebuah tiang ya...? gagah? kuat? lemah? gemuk? kurus? tinggi? pendek? tipis? tebal? ....apa ya...?

Karena merupakan isi dapur rumah tangga, kami tidak bisa mengungkapkan kondisi tiang-tiang kami. Yang jelas kami masih terus berusaha menambah besi dan batu, mengecor, serta memoles tiang-tiang ini agar menjadi lebih gagah, lebih kuat, lebih tinggi, lebih tebal dan lebih gemuk.

Dengan pondasi dan tiang-tiang inilah dihasilkan produk-produk mainan bermutu Omochatoys.

Kembali ke hubungan antara pengetahuan dan aksi.
Mari kita lihat dua buah kalimat bijak berikut:

"Without knowledge action is useless and knowledge without action is futile".
Abu Bakr

“The wise sees knowledge and action as one; they see truly”.
Bhagavad Gita