Banjir di Musim Gugur

Autumn floods
oleh :
Chuang Tzu (
369-298 Sebelum Masehi)

Pada suatu musim gugur, hujan turun sangat lebat, sebuah sungai mengalir dengan sangat deras. Sungai menerjang apa saja yang menghalanginya. Bantaran sungai dikikis, sehingga sungai menjadi makin lebar dan makin lebar. Sedemikian lebar, sehingga tidak bisa dibedakan antara sapi dan kuda di seberang.

Sungai merasa hebat. Lihat ... tidak ada yang bisa menghalangiku, tidak ada yang bisa mengalahkanku. Aku adalah yang paling besar dan paling hebat. Sungai merasa seakan-akan semua keindahan dunia ada bersamanya.

Akhirnya sampailah sungai di samudera.

Ketika sampai di samudera, tertegunlah sang sungai.

Betapa luasnya samudera. Ternyata aku bukan apa-apa.

Sungai merasa sangat malu terhadap samudera.

Kemudian berkatalah sungai kepada samudera. Ada sebuah pepatah bijak mengatakan, "Dia yang mengetahui sedikit hal, seakan-akan dia lebih tahu dari pada yang lain". Dan, itulah aku.

Aku merasa sangat malu. Aku seakan lebih hebat dari pada yang lain. Padahal dibandingkan samudera, aku bukanlah apa-apa.

Kepada sungai, samudera kemudian menjawab:

  • Kamu tidak akan bisa bercerita tentang lautan pada katak yang tinggal dalam tempurung. Karena wawasannya terbatas.
  • Kamu tidak akan bisa bercerita tentang salju pada serangga yang hidup di musim panas saja. Karena dia hanya tahu satu musim.
  • Kamu tidak akan bisa bercerita tentang ilmu alam semesta pada terpelajar sempit, karena dia terbelengu oleh pengetahuannya.

Sekarang Kamu sudah melihat lautan, dan sudah keluar dari lingkunganmu yang sempit. Kamu sudah menyadari kekuranganmu.

Aku rasa, kita dapat berbicara tentang hal yang lebih pokok.

Dari semua perairan di dunia tidak ada yang lebih besar dari samudera. Semua aliran mengalir ke samudera, tetapi samudera tidak pernah meluap.

Dan samudera tidak akan pernah kering walau disedot terus menerus. Banjir dan kekeringan tidak akan mempengaruhi samudera.

Walaupun demikian, aku tidak bisa menggunakan hal tersebut untuk menyombongkan diri.

Aku hanyalah sebesar kerikil di antara bumi dan langit. Atau hanyalah pohon kecil di sebuah gunung besar.

Jika kemudian aku menyadari bahwa diriku ternyata sangatlah kecil di semesta, lalu apakah aku perlu berbangga diri?

Coba hitung berapa lama manusia hidup. Selama apapun manusia hidup, tidak dapat dibandingkan dengan lama waktu sebelum dia lahir.

Coba hitung apa yang manusia tahu. Sebanyak apapun manusia tahu, tidak dapat dibandingkan dengan yang tidak dia ketahui.

.....   .....   .....
.....   .....   .....
 
Omochatoys dimulai dari hal sederhana, semangat sederhana. Yaitu bu Yuni ingin mempunyai pekerjaan dan penghasilan. Keinginan untuk mandiri. Keinginan untuk bisa membantu keuangan keluarga. Hal sederhana yang mungkin dipunyai oleh kebanyakan wanita lain.
 
Tidak terasa, ternyata enam tahun usaha bisa berjalan dan berkembang. Omochatoys juga sudah bisa memberdayakan penduduk sekitar.

Tahun ini, jika Tuhan mengijinkan, Insya Allah, Omochatoys akan mulai mengelola showroom sendiri.

Seperti yang ditulis pada artikel "Bisnis Makin Kompleks :: Alam Takambang Jadi Guru", Omochatoys menyadari betul bahwa di luar sana banyak yang lebih pintar, lebih handal, lebih inovatif, lebih kuat modal dan lebih segala-galanya dari Omochatoys.

.............

........................ 

Selalu ada langit di atas langit.

Oleh karena itu, perlu bagi Omochatoys untuk tetap merendah. Tetap harus bersikap rendah hati. Omochatoys tetap perlu mengingat semangat sederhana di atas.

Omochatoys tidak mungkin bisa bertahan dan berkembang tanpa dukungan dari banyak pihak. Dukungan dari distributor kreatif, supplier kreatif, bank kreatif dan banyak pihak kreatif lainnya. Ke depan dukungan yang sama tetap diharapkan. Terima kasih.

Daftar Pustaka

Goenawan Mohamad, "Zhuangzi", Catatan Pinggir, Tempo, Edisi 25-31 Maret 2013

http://terebess.hu/english/chuangtzu1.html#17

http://theendlessfurther.com/?p=1892

http://oaks.nvg.org/chuanang9.html#11

http://www.messagefrommasters.com/Stories/chuangtzu/autumn_floods17.htm

http://www.jusufsutanto.com/THECENTER/index.php?id=detailnews&news=71

http://henkykuntarto.wordpress.com/2009/11/13/the-book-of-chuang-tzu/